Anggarkan Rp8,2 Miliar, Pemkab Agam Bangun Infrastruktur Pertanian,

oleh -26 views

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat menganggarkan Rp8,2 miliar untuk membangun infrastruktur pertanian yang memadai, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Pertanian dan Penyuluh Dinas Pertanian Agam, I Nyoman Gede Karyawan menyebutkan, anggaran yang disediakan untuk membangun infrastruktur pertanian itu berasal dari APBD sejumlah Rp5,9 miliar dan DAK sebanyak Rp2,2 miliar.

“Alokasi dana dari APBD akan dimanfaatkan untuk dua kegiatan, yaitu pembangunan jaringan irigasi sebanyak 13 titik dan pembangunan jalan usaha tadi 23 titik,” ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Jumat (7/9/2019).

Rincian untuk penggunaan dana yang berasal dari APBD, diantaranya sebanyak 13 titik pembangunan jaringan irigasi tersebar di Kecamatan Lubuk Basung dua titik, Canduang tiga titik, Kamang Magek tiga titik, Matur satu titik, IV Koto satu titik, Baso dua titik dan Ampek Angkek satu titik.

Lalu, 23 titik pembangunan jalan usaha tani tersebar di Kecamatan Matur empat titik, Canduang tiga titik, Ampek Angkek dua titik, Banuhampu dua titik, Baso lima titik, Kamang Magek dua titik, Palupuah satu titik, Sungai Pua satu titik, Tanjung Raya satu titik dan Tilatang Kamang dua titik.

Sementara DAK, dimanfaatkan untuk empat kegiatan, yaitu pembangunan atau perbaikan dam parit, pembangunan pintu air cetak sawah, pembangunan jalan pertanian dan Kantor Balai Pelatihan Pertanian (BPP) di beberapa kecamatan.

Rinciannya, pembangunan dam parit dilakukan di tujuh titik tersebar di Kecamatan Lubuk Basung dua titik, Palembayan tiga titik, Canduang satu titik dan Malalak satu titik.

Kemudian, pembangunan pintu air cetak sawah di Kecamatan Tanjung Mutiara. Pembangunan jalan pertanian di Kecamatan Palembayan, serta pembangunan BPP Sungai Pua dan perbaikan jalan BPP Tilatang Kamang.

Menurut I Nyoman, pengerjaan sudah dimulai sejak Juni 2019. “Hingga saat tidak ada kendala dan kita mengharapkan pengerjaannya berjalan lancar. Targetnya, sebelum November 2019 semua seudah selesai,” ungkapnya.

Dia berharap, para pekerja mengutamakan hasil dari pekerjaan tersebut. Sebab, ini untuk kepentingan masyarakat yang akan dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama.

“Agar tahun depan, kita tidak memikirkan lagi pembangunan infrstruktur pertanian lagi. Kita bisa fokus pada program lain,” katanya. (*/ZE)