Festival Permainan Anak Nagari Minangkabau akan Dihelat di Bukittinggi

oleh -59 views

Anda ingin melihat festival, bahkan langsung memainkan permainan anak-anak saisuak yang kini hampir tinggal nama? Datang saja nanti ke kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

“InshaAllah, sudah diputuskan bahwa Festival Permainan Anak Nagari Minangkabau (F-PAN MINANGKABAU) akan kita helat di Bukittinggi,” ujar Dedi Fatria DT Mangkuto Sutan, inisiator/pengarah

F-PAN Minangkabau pertama ini dengan Dedi Fatria DT Mangkuto Sutan sebagai inisiator/Pengarah, Iskandar DT Lelo Kayo (ketua Panitia), Yusrizal St Mangkuto ( sekretaris Panitia) dan, Syafrizal DT Palang Gagah ( ketua LKAAM) Bukittinggi.

Festival ini adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh salah satu lembaga adat di Kota Bukittinggi yaitu LKAAM Kota Bukittinggi untuk mengenalkan kembali kepada generasi sekarang bahwa kita memiliki berbagai macam permainan.

“Salah satu strategi yang paling tepat, adalah dikemas melalui ivent/ dilombakan dengan melibatkan seluruh SD dan SMP baik Negeri maupun swasta di Kota Bukittinggi,” ujar Nyiak Dt Mangkuto Sutan.

Adapun jenis Festival untuk Tingkat SD : Lore, Congkak, Bakiak, Tarompa Panjang. Untuk SMP: Galah, Engrang, Patok Lele, Kampar. Untuk Umum : Festival Gasiang

“Allhamdulillah Kemenpora RI melalui Deputi Pembudayaan Olahraga/ Asisten Pembudayaan Olahraga Tradisi dan Berkebutuhan Khusus, siap membantu pelaksanaan kegiatan ini,” jelasnya.

Festival yang amat langka di era kemajuan ini, akan menghadirkan sebanyak 600 orang peserta dari perwakilan SD DAN SMP di Bukittinggi.

“Namun kita juga menghelat Festival gasiang yang kita buka untuk umum se-Sumatera Barat,” ulasnya.

Selain lomba tersebut, si pangka akan bekerjasama dengan banyak pihak untuk menggelar stand yang akan menyediakan mainan tradisional, seperti gasiang, Katapel, Layang – layang, congkak dll.

Salah satu yang diajak kerjasama adalah SMK BATU TABA, sebab di sana ada jurusan kriya, yang banyak membuat kerajinan.

“Bagi pengunjung yang ingin mencoba permainan saisuak, kita sediakan pula alat bermainnya. Silahkan mencoba, dan ini gratis.

Juga, bagi yang ingin menjual makanan tempo doeloe, kita sediakan Stand-nya. Stand ini juga gratis, ujar Dedi Fatria, anggota DPRD Bukittinggi yang kembali terpilih ini.

Kegiatan ini direncanakan dua hari, pada bulan Oktober, tanggal belum kita tetapkan, rencana akan kita urus izin pemakaian lapangan Wirabraja/ lapangan Kantin.

Selama dua hari festival tersebut siapa saja yang ingin memainkan permainan tempo dulu dipersilahkan, sepanjang tidak menganggu lokasi lomba.

“Ya, kita barangkali tidak akan mampu merubah permainan anak sekarang yang lebih banyak ke game atau komputer. Namun Tugas Kita berupaya Mengenalkan bahwa ini budaya kita. Alhamdulillah, Pemko Bukittinggi melalui Dinas Parpora akan membantu secara maksimal kegiatan ini,” jelas Dedi.(h/dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.