Maling Kotak Amal di 8 Mesjid, Hasil Curian Di Gunakan Berfoya – Foya

oleh -67 views

Seorang pelaku yang kerap melakukan pencurian kotak amal berinisial A (23) berhasil diringkus oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bukittinggi di rumah kontrakannya yang berada di Jalan By Pass, tepatnya di depan Kampus UMSB, Senin 30 September 2019, sekitar pukul 21.00 WIB.

Penangkapan pelaku ini berdasarkan informasi warga yang mencurigai gerak- gerik tersangka yang tidak lazim. Beberapa pemuda setempat yang tergabung di PAM Swakarsa Gempeta Aur, yang dimotori oleh Roni (Cao), Afron Yanter dan Niko segera menghubungi polisi, dan ikut membantu polisi yang tengah melacak keberadaan pelaku yang kerap membuat resah warga.

Ironisnya, dari pengakuan tersangka pada polisi, hasil curian dari kotak amal ini digunakan pelaku untuk membeli Narkoba jenis Shabu, hp, jam tangan dan berfoya – foya.

Penangkapan pelaku itu berawal dari aksi pelaku yang kerap beraksi mencuri kotak amal di Masjid Jamiak Aur, beberapa hari lalu yang terekam oleh kamera pengintai CCTV dan juga viral di media sosial.

Saat beraksi di Masjid Jamiak Aur Atas, pelaku ketahuan oleh warga dan diteriaki maling, karena ketakutan pelaku langsung melarikan diri, namun nahas tas pelaku malah tertinggal di tempat kejadian perkara (tkp).

Setelah diperiksa, tas pelaku ternyata di dalamnya ditemukan HP, baju dan Shabu – shabu serta alat hisap Shabu.

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso Sik, didampingi Kabag Ops Polres Bukittinggi, Kompol Pane, Selasa 1 Oktober 2019, di Aula Mapolres Bukittinggi mengatakan, aksi pelaku selama ini sudah sangat meresahkan masyarakat, karena pelaku telah 8 kali menjarah kotak amal Masjid diantaranya, tiga kali menjarah di Masjid Jamik Aur Atas Bukittinggi senilai Rp8,7 juta.

Lalu, pelaku juga melakukan aksinya sebanyak dua kali di Masjid Parik Putuih Kabupaten Agam senilai Rp450 ribu, satu kali di Masjid Batagak, Kabupaten Agam senilai Rp650 ribu.

Selanjutnya, satu kali di Masjid Payakumbuh senilai Rp2 juta dan di Masjid Padang Panjang senilai Rp450 ribu, sedangkan di Masjid Jami Aur Bukittinggi gagal karena ketahuan, terang Kapolres.

“Setelah kita periksa, ternyata tas yang tertinggal di Masjid Jamiak Aur Atas adalah milik pelaku.