Menyusul Bukittinggi, 15 Daerah di Sumbar Usulkan New Normal

oleh -308 views

Sebanyak 15 kabupaten/kota menyatakan kesiapannya untuk menerapkan tatanan baru produktivitas aman Covid-19 atau new normal.

Sedangkan tiga kabupaten/kota lainnya masih ingin menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman.

Hal ini terungkap dari video conference Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama Bupati dan Walikota terkait dengan Persiapan Tatanan Baru Produktif Aman Covid (New Normal) Sumatera Barat, di ruang kerja Gubernur Sumbar, Rabu (3/6/2020).

Irwan menyampaikan, sebelum berakhirnya PSBB tahap III pada 7 Juni ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merencanakan kembali untuk persiapan fase new normal terhadap 19 kabupaten dan kota di Sumbar.

“Saat ini Kota Bukittinggi sudah menjalankan tatanan baru new normal pada 1 Juni lalu. Tinggal 18 kabupaten /kota yang mengikuti PSBB tahap III. Rapat hari ini ingin melihat kesiapan daerah terhadap memasuki new normal atau masih melanjutkan PSBB,” ungkap Gubernur.

Gubernur menyebutkan ada 15 kota dan kabupaten yang mengusulkan setuju memasuki tatanan kehidupan baru atau new normal.

“Memasuki tatanan kehidupan baru para Bupati Walikota diminta pendidikan Paud, TK, SD SMP bahkan SMA agar mengatur segi jadwalnya bagaimana di daerahnya dalam mengikuti tatanan baru,” tegas Irwan.

Ia mengatakan perlu melakukan skrining kesehatan bagi guru, tenaga pendidikan dan siswa untuk memastikan kondisi kesehatan tidak berpotensi untuk menularkan atau tertular Covid-19 dan skrining zona lokasi tempat tinggal guru tenaga pendidikan dan siswa untuk memastikan tempat tinggalnya bukan merupakan episentrum penularan Covid-19 (zona hijau).

“Untuk itu perlu menyiapkan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19 dan menyiapkan media sosial dan edukasi pencegahan untuk warga sekolah, pengaturan siswa-siswa belajar disekolah maupun belajar di rumah secara bergantian untuk menghindari kerumunan teruntuk sekolah didaerah zona hijau,” paparnya.

Kemudian katanya, adanya pengaturan jarak dengan prinsip social distancing dan physical distancing dengan kondisi instensif dengan fasilitas kesehatan terdekat. “Selanjutnya mengajak warga sekolah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, maupun mengajak warga sekolah untuk senantiasa berdoa dan medekatkan diri kepada Allah,” pungkas Irwan. (*)

sumber : jawapos.com