MUI Sumbar: Daerah Tak Terjangkit Covid-19 Boleh Salat Jumat dan Salat Jamaah

oleh -12.854 views

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan, bagi wilayah yang tidak terjangkit Virus Corona (Covid-19) tidak ada larangan untuk melaksanakan Salat Jumat dan Salat Berjamaah di masjid ataupun di musala.

Menurut Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar, ada tiga syarat mutlak yang harus diwujudkan kalau memang ingin menjaga umat dan syiar Islam.

“Perhatikan maklumat MUI Sumbar nomor 005/MUI-SB/IV/2020 pada point 4. Jadi, bagi daerah tidak terjangkit, tak ada larangan untuk melaksanakan Salat Jumat dan Salat Berjamaah,” ujar Buya Gusrizal dikutip dari situs resmi MUI Sumbar, Sabtu (11/4/2020).

Tiga poin yang dimaksud Buya Gusrizal, yaitu, pertama jamaah yang menunaikan ibadah di masjid tersebut adalah jamaah tetap dan tidak bercampur dengan jamaah dari luar.

Kedua, wilayah dimana masjid dan jamaah berada telah dilakukan karantina (pembatasan sosial) oleh Gugus Tugas sesuai instruksi Gubernur Sumbar nomor 360/391/BPBD-2020 terhadap wilayahnya setelah dinyatakan bebas dari kemungkinan mewabahnya Virus Corona (Covid-19) oleh pihak berwenang.

Ketiga, sterilisasi ruang ibadah dan jamaah telah sesuai dengan prosedur dan standar pencegahan penularan Covid-19.

Diketahui sebelumnya, MUI Sumbar telah menerbitkan maklumat dan tausiyah terkait sholat Jumat diganti dengan salat Dzuhur di rumah masing-masing.

Maklumat yang dikeluarkan pada Kamis (9/4/2020) itu, sesuai fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 bertujuan mencegah penyebaran virus corona.

Dijelaskan, bagi masjid-masjid yang berada di pinggir jalan raya (perlintasan), wilayah berbatasan langsung dengan daerah terjangkit, di lingkungan pasar dan masjid yang jamaahnya tidak dapat terpantau seperti masjid raya dan masjid agung agar tidak menyelenggarakan shalat Jumat dan sholat fardhu lima waktu secara berjamaah untuk sementara waktu.

“Menggantinya dengan sholat fardu di rumah masing-masing,” katanya. (*/ZE)

sumber langgam.id