Orang Tua di Padang Protes PPDB Zonasi Pakai Usia

oleh -69 views


Puluhan wali murid mendatangi kantor DPRD Padang, Sumatra Barat, mempertanyakan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri secara daring melalui jalur zonasi yang mempertimbangkan usia. Sebab, sejumlah siswa tersisih gara-gara kriteria usia.

Salah satu orang tua siswa, Nengsuarni, 36, mengatakan, anaknya tidak lulus di SMPN 09 Padang dan SMPN 30 yang dipilihnya pada tahap pertama, kemudian kembali mendaftar melalui jalur zonasi. Namun, nama anaknya tidak terdaftar karena terkendala dengan umur. Padahal, menurut dia, rata-rata nilai sang anak tinggi di sekolah.

“Saya bingung, saya sudah mendaftarkan anak saya pada tahap pertama melalui jalur afirmasi, tetapi tidak lulus karena terkendala umur yang kurang dari 12 tahun,” kata dia.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?Happy Inspire Confuse Sad
Nengsuarni mengaku tak kuasa mendaftarkan anaknya ke SMP swasta. Ia terkendala biaya untuk menyekolahkan anaknya. “Saya berharap persoalan ini dapat terselesaikan,” kata dia.

Orang tua murid lainnya, Yanti, 40, mengatakan, nilai rapor anaknya tinggi, yaitu rata-rata 88, saat didaftarkan ke SMPN yang dipilih pada tahap pertama. Yanti mendaftarkan anaknya ke SMPN 04 Padang, di Jalan Pulau Karam, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

“Namun, karena tidak lulus pada tahap pertama maka saya coba jalur zonasi,” ujar Yanti.

Pada tahap zonasi tersebut, Yanti memilih dua sekolah yang terdekat dari tempat tinggal, yaitu SMPN 30 dan SMPN 09 di Kecamatan Padang Timur.

“Karena saya rasa berdekatan dengan rumah saya di pasar Tarandam, hanya itu SMPN yang dekat dari tempat tinggal. Karena lebih banyak SD di dekat tempat tinggal,” kata Yanti

Setelah didaftarkan pada tahap kedua melalui jalur zonasi, anaknya juga tidak lulus di SMPN yang telah dipilih karena terkendala dengan usia yang tidak sesuai dengan ketentuan. Ia mengaku terkejut dengan ketentuan PPDB SMP saat ini yang semula dari jalur zonasi tiba-tiba ditentukan berdasarkan umur.

“Umur anak saya saat ini baru 12 tahun, satu bulan sembilan hari. Sedangkan umur yang ditentukan di sekolah yang dituju yaitu 12 tahun empat bulan dan ada juga yang 12 tahun sembilan bulan,” beber Yanti.

Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani mengatakan bakal segera membicarakannya bersama Dinas Pendidikan Kota Padang terkait persoalan masyarakat tersebut. “Kami selaku perwakilan rakyat akan segera mencarikan solusi atas persoalan tersebut,” kata Syafrial.