Simfoni Dua Hati Iwan Dan Helmy Mengikat Janji Suci Dengan Sandal Jepit

oleh -2 views

Simfoni Dua Hati Iwan Dan Helmy Mengikat Janji Suci Dengan Sandal Jepit
Pernikahan Iwan Firman Wahyudi dan Helmy Susanti mendadak viral di media sosial. Pasangan pengantin baru ini bukan hanya viral karena maskawinnya berupa sandal jepit dan segelas air putih. Tapi bisik-bisik tetangga karena perbedaan fisik keduanya yang cukup mencolok.

DEWI Amor seperti menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Iwan dan Helmy. Begitulah Iwan Firman Wahyudi dan Helmy Susanti dipanggil. Pria 24 tahun asal Dusun Sendong Desa Beraim Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah, ini sebetulnya adalah seorang duda. Begitu pula dengan Helmy Susanti, ia juga sudah bukan perawan lagi. Wanita 20 asal Dusun Sukeria Desa Jurit Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, ini berstatus sebagai seorang janda.

Iwan sendiri untuk kali ketiganya mengucap janji suci. Biduk rumah tangganya yang pertama dan kedua kali telah luluh diterpa badai inharmoni. Ia gagal mengarungi bahtera rumah tangga bersama kedua mantan istrinya. Rumah tangganya telah tenggelam dalam dalamnya lautan kehidupan yang tak mungkin diselami kembali.

Iwan terpaksa harus mengarungi hidup sendiri tanpa pendamping dalam beberapa tahun. Di tengah kesepiannya itulah, sosok Helmy Susanti hadir. Kedua berkenalan via media sosial.

Waktu itu, Helmy sedang berada di luar negeri. Ia juga sedang bergalut dengan kerasnya arus kehidupan. Helmy memilih merantau ke negara Arab Saudi karena alasan ekonomi. Namun, dunia teknologi telah menjadi perantara pertemuan keduanya.

Awalnya, Helmy yang tak sengaja berkenalan dengan Iwan hanya menanyakan soal Untung Jayadi, seorang penyandang disabilitas yang mendadak viral di medsos. Helmy penasaran dengan sosok Untung Jayadi yang banyak diperbincangkan dunia jagat maya.

Namun, Iwan tak begitu menanggapi. Ia lebih kerap cuek terhadap Helmy. Meski beberapa kali Helmy menghubungi, tapi Iwan tetap memilih acuh tak acuh. Iwan merasa malu jika harus mengenal Helmy terlalu jauh.

Helmy adalah sosok wanita yang dilengkapi paras rupawan. Sementara wajahnya sama sekali tak menarik. Sadar akan kondisi fisiknya itulah, Iwan lebih menanggapi cuek seorang Helmy.

Namun, sikap cuek Iwan ternyata membuat seorang Helmy semakin penasaran. Helmy terus menjalin komunikasi via medsos. Ranahnya bahkan semakin sempit melalui jaringan pribadi. Namun Iwan tetap tak percaya diri dan tak berharap banyak bisa mengenal Helmy lebih dalam. Ia tetap memilih berkabung dalam rasa malunya tanpa harus menghiraukan rengekan Helmy dalam jaringan medsosnya.

Sikap Iwan membuahkan hasil. Mereka beberapa kali harus kehilangan kontak dan komunikasi. Semua itu tak lebih dilakukan Iwan karena malu terlalu jauh berkenalan dengan Helmy, sosok wanita yang begitu rupawan. Tapi begitulah, Dewi Amor tak memilih kepada siapa ia harus menyemayamkan rasa cintanya.

Setelah beberapa bulan kehilangan kontak, Iwan pun mendapatkan kembali kontak Helmy. Tepatnya sebulan sebelum mereka menjalin ikatan suci. Helmy ternyata telah kembali ke kampung halamannya pada awal tahun 2020.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Iwan tak sengaja bertemu dengan Helmy di sebuah tempat wisata di Lombok Timur. Pertemuan keduanya pun betul-betul tak disengaja. Iwan diajak seorang temannya untuk sekadar main-main ke Lombok Timur.

Waktu itu, Iwan sebenarnya tak bertemu Helmy. Seorang teman memberitahunya bahwa ada Helmy di tempat itu. Jantung Iwan pun berdegup kencang. Ia betul-betul tak percaya bertemu Helmy, sesosok wanita cantik pernah dilihatnya di medsos.

Dalam pertemuan itu, Iwan hanya bisa diam terpukau tersipu malu. Ia sama sekali tak berani mengengadahkan wajahnya untuk menatap wajah ayu Helmy. Iwan hanya bisa diam seribu bahasa sambil menikmati detakan degup jantungnya.

Renjana di hati Helmy ternyata tak tertahankan. Sadar akan diamnya Iwan, Helmy lantas mengalah untuk menegur terlebih dahulu. Namun Iwan berkukuh, bergeming tanpa bereaksi apa-apa. Iwan masih terus-menerus dibalut rasa malu. Ia malu berkenalan dengan Helmy. “Saya sebenarnya malu untuk ketemu. Saya jelek, sementara istri saya sangat cantik. Makanya saya cuek awalnya sama dia. Tapi dia salamin saya duluan. Saya malu karena takut ditolak,” tutur Iwan kepada Radar Lombok, kemarin.

Setelah pertemuan itu, Iwan dan Helmu pun intens menjalin komunikasi. Afeksi di antara keduanya membuat mereka harus mengikat ikrar selaiknya pasangan lawan jenis. Duda dan janda itu berikrar menjalin ikatan satu sama lain.

Iwan sendiri harus mengubur dalam-dalam rasa malunya. Sebagai seorang lelaki normal, tentunya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menjalin asmara dengan seorang wanita cantik. Keduanya pun berpacaran, memadu kasih dalam ikrar ucapan. Menggalut rindu dalam malam-malam sendu dan hari haru.

Beratnya rindu itu ternyata tak berlangsung lama. Hanya dua minggu lamanya. Helmy membungkus keyakinanya untuk segera mengakhiri kesepiannya. Mengobati beratnya rindu yang ditanggung selama ini. Helmy memberanikan diri mengajak Iwan untuk mengikat janji suci dalam tali pernikahan.

Iwan awalnya terkejut tak percaya. Tapi renjana dalam hatinya juga tak bisa didustakannya. Ia juga tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung menyanggupi ajakan Helmy. Rabu (17/6), Iwan melarikan Helmy ke rumahnya.

Namun, keduanya harus diuji kembali. Persoalan adat harus menghambat cinta dan kerinduan mereka untuk terbungkus dalam ikatan suci. Orang tua Helmy tak mengiyakan begitu saja pisuke (uang adat) yang ditawarkan pihak keluarga Iwan.

Orang tua Helmy berkukuh meminta puluhan juta sebagai pisuke aji game. Setelah dua pekan berlalu, pisuke pun disepakati dan jatuh pada angka lima juta. Keduanya pun mengikat janji suci pada Jumat malam (3/7).

Tak ingin memberatkan suaminya, Helmy pun hanya meminta sepasang sandal jepit sebagai mahar ditambah segelas air putih. ‘’Pisuke saya lima juta juta dan istri sendiri yang bilang kalau maskawin cukup sendal jepit dan segelas air putih,” terang Iwan.

Helmy sendiri mengaku meminta mahar sederhana itu karena tak ingin membebani suaminya. Meski dalam kesederhanaan itu, Helmy mengaku bahagia dan nyaman berada di sisi Iwan. Ia yakin, Iwan akan menjadi iman yang baik dalam rumah tangganya. Ia yakin Iwan bisa membahagiakannya dalam kesederhaan rumah tangganya. “Saya hanya tidak ingin membenani suami. Makanya saya minta maskawin hanya sandal jepit dan air satu gelas saja. Kalau pisuke inikan tergantung orang tua. Yang jelas saya cinta dan merasa nyaman sama dia,’’ tandas Helmy.

Suasana bahagia pun terpancar dari wajah keduanya. Iwan dan Helmy terlihat bahagia ketika menucap ikatan janji suci di depan penghulu.it dan segelas air putih. Tapi bisik-bisik tetangga karena perbedaan fisik keduanya yang cukup mencolok.