Warga Cubadak Aie Budidayakan Lele dan Buat Pelet Ikan

oleh -4 views

Bayu, warga Desa Cubadak Aie, Kecamatan Pariaman Utara melakukan budidaya ikan lele dan pembuatan pakan ikan atau pelet .

Budidaya ikan lele dengan menggunakan kolam terpal. Awalnya dikelola secara swadaya. Karena melihat prospek bagus, kini mendapat bantuan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (PPP) Kota Pariaman. Kolam yang semula dari terpal kini berasal dari fiber.

Selain itu, vanruan fiber untuk kolam ikan, Dinas PPP Kota Pariaman juga menghibahkan satu unit mesin pembuat pakan ikan (pelet).

Walikota Genius Umar, ketika meninjau lokasi pembudidayakan ikan dan pembuatan pakan yang dikelola Bayu, Minggu (5/7) memberikan apresiasi.

Dikatakan Walikota, pemerintah daerah akan terus mendukung setiap warga yang produktif seperti Bayu ini. Dibutuhkan mental yang berani mengambil risiko untung dan rugi dalam berwirausaha.

Selain itu, diharapkan juga keberadaan budidaya dan pembuatan pakan ikan ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di desa tersebut.

Bayu mengatakan, awal menggeluti usahanya tersebut dimulai dari kegagalannya mengelola usaha pertambangan batu bintang atau slide remover stone yang jadi salah satu bahan pembuatan pasir besi dan isolasi yang terbaik untuk bahan panas atau untuk industri berat.

“Sebelum mencoba usaha ini, saya pernah mencoba usaha pertambangan tapi gagal, hingga pernah ditawari kerjasama dengan perusahaan Jepang dan PT Growth Asia Medan sebuah perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Kerjasama tersebut akhirnya gagal dikarenakan pasarnya tidak cocok di Kota Pariaman dan mesin pengolah tambang yang ada juga tidak mampu memenuhi permintaan perusahaan tersebut,“ ujar Bayu.

Berawal dari kegagalan tersebut, ia mencoba mengubah strategi usaha lainnya yaitu budidaya ikan lele dengan modal awal sebanyak 16.000 ekor bibit ikan dari UPR Perikanan Kota Pariaman yang saya beli secara swadaya.

Bayu menjelaskan , sebetulnya budidaya lele dan pelet ikan yang ia kelola tersebut sudah lama diwacanakan, akan tetapi sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

Alhamdulillah, usaha ini juga turut dibantu oleh pemerintah dengan hibah satu unit mesin pembuat pakan ikan. Mesin ini ditargetkan bisa memproduksi pakan ikan sebanyak 200 kilogram perjam nya atau sampai 1 ton perharinya.

Diharapkan ini cukup bagi konsumsi ikan kami bahkan mungkin untuk di pasarkan ke Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil) yang ada di Kota Pariaman nantinya.

Bayu juga mengatakan bahwa, banyak faktor pendukung yang membuat ia bersemangat untuk mengelola usaha ini, salah satunya bantuan dari Dinas PPP Kota Pariaman ini.

Bayu berharap adanya pembinaan mulai dari pembenihan, pembesaran sampai ke pengasapan menjadi terintegritas antara pemerintah dengan pengelola budidaya ikan yang ada. Diharapkan juga usahanya ini semakin berkembang sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat salah satunya dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi pemuda di desanya dan masyarakat Kota Pariaman khususnya.